Wednesday, September 18, 2013 - 0 comments

Kode Etik dan Profesionalisme Seorang Supir Bus

Hai hai, selamat soreeee :)
Bahas apa hayooo di blog sore ini, ehmm tentu saja bahas yang bermanfaat ya.
Hyuuuuk, capcuuus ^_^

Supir atau pengemudi adalah salah satu profesi yang sering dipandang sebelah mata ya oleh banyak orang. Profesi ini seringkali dianggap tidak memiliki prestige dan bahkan menjadi pilihan terakhir bagi para pencari kerja. Tapi sebenernya nih ya, sebagai pihak yang sangat berperan dalam kelancaran transportasi darat ini khususnya bus, sudah seharusnya seorang supir memiliki bekal dan pengetahuan tentang lalu lintas. Hal ini dimaksudkan agar para penumpang benar-benar merasa nyaman dan lalu lintas tetap terjaga.

Ehmmm, selain lalu lintas juga ada hal yang tidak kalah penting, apa itu?
Seorang supir bus tentunya berbeda dengan supir-supir pada umumnya dooong. Sesuai dengan namanya, seorang supir bus memiliki tanggung jawab untuk melakukan kegiatan mengemudi. Berbeda dengan misal supir pribadi yang mengantar majikannya saja. Oleh sebab itu, sudah seharusnya seorang supir bus memiliki sebuah adab atau etika yang harus di patuhi agar semua kegiatan (antar-jemput) yang dilakukannya berjalan dengan baik dan benar, karena bila seorang supir bus melanggar etika atau adab tersebut, pastinya akan berdampak fatal bagi dirinya, terutama karirnya.

Ini diaaaaa, taraaaaaaaaaaaaa..
  1. Memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap profesinya
  2. Memiliki skill (kemampuan) mengemudi yang baik
  3. Mematuhi segala rambu – rambu dan peraturan lalu lintas yang berlaku
  4. Memiliki loyalitas tinggi dalam mengabdi sebagai supir
  5. Menjalin kekerabatan yang baik antar sesama supir bus

Kriteria pertama ialah memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap profesinya. 
Hal ini dimaksudkan agar seorang supir memiliki integritas dan tanggung jawab yang tinggi terhadap profesinya. 

Kriteria kedua ialah memiliki skill (kemampuan) mengemudi yang baik. 
Hal ini sangat urgen bagi seorang supir bus, karena merupaka kunci utama baginya. Seorang supir jika tak memiliki criteria ini,maka bukan dinamakan seorang supir. Menguasai kendaraan dengan tidak baik akan menyebabkan hal-hal yang bersifat fatal,seperti kecelakaan,karena supir kurang sigap dan tidak ahli dalam berkendara. Tentunya hal ini tak hanya merugikan dirinya tetapi juga untuk para pelanggan (penumpang).

Kriteria ketiga ialah mematuhi segala rambu–rambu dan peraturan lalu lintas yang berlaku.
Berkaitan dengan poin sebelumnya, hal ini juga sangatlah penting dimiliki agar berkendara menjadi lebihaman dan nyaman. Karena peraturan dibuat untuk tujuan seperti itu.

Kriteria keempat ialah memiliki loyalitas tinggi dalam mengabdi sebagai supir. 
Hal ini sangatlah jarang dimiliki oleh seorang supir bus. Zaman sekarang loyalitas sudah bukan lagi prioritas,sebab banyak sekali godaan di luar sana yang menginginkan untuk mengganti pekerjaan.

Kriteria kelima ialah menjalin kekerabatan yang baik antar sesama supir bus. 
Misal saja pada supir bus. Jika sedang berpapasan dijalan mereka akan saling melambaikan tangan dan memberikan informasi dijalan mana yang terjadi kemacetan.

Jadi, kesimpulannya adalah seorang supir bus sudah seharusnya memiliki adab atau etika yang mesti dipatuhi demi kelancaran dan kenyamanan berkendara , sebab kenyamanan dalam berkendara sangat diperlukan bagi penumpang demi keselamatan bersama dan kekerabatan antara supir bus diperlukan untuk adanya rasa saling menghormati. Dengan memiliki kriteria seperti yang dijabarkan diatas,seorang supir diharapkan dapat menjadi seorang yang professional di karirnya ^_^

Semoga bermanfaat, salam Jogja with smile :)

0 comments:

Post a Comment