Bus ada di sekitar kita melayani
kebutuhan transportasi masyarakat dan juga mencari keuntungan finansial
tentunya untuk pengelola dan pemilik. Transportasi sangat dibutuhkan
karena tidak semua orang di
indonesia memiliki kendaraan pribadi. Namun kecelakaan lalu lintas kerap
terjadi pada busdi jalan raya
yang diakibatkan oleh banyak alasan penyebab. Dibutuhkan kejelian dan
perhatian lebih dari seorang penumpang untuk bisa merasakan kejanggalan
yang ada pada suatu kendaraan umum demi keselamatan dirinya. Jika
penumpang merasakan gejala-gejala yang tidak baik pada bus yang
ditumpanginya sebaiknya penumpang segera memberitahu keadaan tersebut
kepada driver demi keselamatan dirinya, keluarganya dan
teman-temannya.
Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda atau ciri-ciri bus yang memiliki resiko tinggi untuk
mengalami kecelakaan di jalan raya :
1. Dikemudikan Secara Ugal-Ugalan
Bus dikemudikan secara ugal-ugalan ciri-cirinya adalah
sering berjalan dalam kecepatan tinggi, kadang berjalan berkelok-kelok
tidak stabil, sering berbelok tiba-tiba mengagetkan, dan lain
sebagainya. Yang jelas sangat terasa tidak nyaman naik bus
yang ugal-ugalan karena adrenalin kita ikut terpacu karenanya.
2. Supir Mengantuk
Lihatlah bagaimana kondisi sopir yang mengemudikan bus
tesebut apakah menunjukkan tanda-tanda mengantuk atau tidak seperti
sering menguap, mata sayu, mata terlihat lelah, mata merah, mata sering
terpejam, suka tertidur saat sedang berhenti sebentar, kepala sering
oleng, dan lain sebagainya.
3. Sopir Tidak Layak atau Tidak Punya Izin
Perhatikan selalu siapa yang menjalankan bus di bagian kemudi.
Jangan sampai orang yang menjadi pengemudi bus adalah orang
yang tidak layak menjadi pengemudi seperti anak-anak, anak remaja, orang
yang terlihat seperti baru belajar, orang setengah gila, orang idiot,
orang cacat, dan lain sebagainya. Orang yang tidak punya sim (surat
izin mengemudi) dan izin menjadi sopir bus tersebut (supir tembak /
batangan).
4. Jalannya Tidak Normal
Jika selama berjalan di jalan raya terasa jalannya tidak baik seperti
sering oleng, sering rem blong, remnya tidak lancar, dan lain
sebagainya sebaiknya urungkan niat untuk melanjutkan perjalanan sampai
ke tempat tujuan kendaraan tersebut. Langsung lakukan komplain dan minta
untuk segera dilakukan pembetulan agar perjalanan selanjutnya lebih
aman dan nyaman.
5. Angkut Kapasitas Berlebihan
Jangan mau atau jangan memesan bus yang tidak sesuai dengan kapasitas
yang kita inginkan. Jangan menggunakan bus micro untuk penumpang lebih
dari 30 orang. Kondisi kelebihan kapasitas penumpang bisa
menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan.
6. Fungsi Mesin Mencurigakan
Mesin yang baik dan normal sangat penting bagi kelangsungan suatu
kendaraan. Mesin yang buruk bisa berdampak pada kualitas performa
kendaraan tersebut di jalan raya. Jika mesin kendaraan mengalami
masalah seperti sering mogok, mengeluarkan suara/bunyi yang tidak wajar,
mengeluarkan bau/aroma yang tidak wajar, keluar asap, dan lain
sebagainya maka itu ada indikasi tidak baik pada kendaraan.
7. Tidak ada Kelengkapan Keselamatan
Perlengkapan penyelamat saat terjadi sesuatu hal yang tidak
diinginkan sangat penting untuk selalu berada di tempat-tempat yang
mudah dijangkau penumpang di dalam bus. Misalnya seperti
alat pemadam kebakaran, palu pemecah kaca, pintu darurat, kotak p3k
(pertolongan pertama pada kecelakaan), dan lain-lain.
8. Fisik Kendaraan yang Ringkih
Di lihat dengan mata telanjang, baik dari luar ataupun dari dalam bus yang ringkih akan dapat diketahui. Bila dari tampilan
saja suatu bus sangat tidak baik, apalagi kondisi mesin di
dalamnya. Mungkin bisa saja kondisi permesinan yang tidak terlihat oleh
mata kita keadaannya lebih parah daripada penampilan luarnya.
9. Kendaraan Tidak Memiliki Izin Beroperasi atau Izin Kadaluarsa
Kendaaran tidak resmi (ilegal) atau yang izin operasionalnya
tidak ada sebaiknya tidak kita tumpangi karena mungkin saja kendaraan
tersebut dilarang beroperasi karena sering mengabaikan keselamatan
penumpangnya.
10. Merasa Ada Sesuatu yang Tidak Beres
Jika pada perasaan atau filing yang kuat akan terjadi sesuatu yang
tidak baik jika kita naik bus tersebut, maka sah-sah saja
kita meminta ganti armada. Daripada selama perjalanan kita terus waswas dan berpikiran
negatif, maka ada baiknya melakukannya dan meminta armada lain yang tidak membuat
kita cemas yang berlebihan demi kebaikan dan kenyamanan kita.
Kepedulian dan kewaspadaan kita bisa menyelamatkan diri kita dari kecelakaan di jalan raya.
Salam, Jogja with smile ^_^